Menteri PUPR tinjau revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi

Alhamdulillah proses lelang telah selesai (saat ini revitalisasi mulai dilaksanakan)
Banyuwangi – Menteri Pekerjaan Umum kemudian Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau segera revitalisasi Asrama Inggrisan dan juga Pasar Induk Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu.
Kementerian Pekerjaan Umum dan juga Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun anggaran 2024 mengalokasikan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi lalu Asrama Inggrisan berubah jadi pusat perbelanjaan lalu kawasan heritage.
"Alhamdulillah proses lelang telah selesai (saat ini revitalisasi mulai dilaksanakan)," kata Menteri Basuki dalam sela meninjau revitalisasi Asrama Inggrisan juga Pasar Induk Banyuwangi.
Pasar Induk Banyuwangi didesain memiliki kompleks utama yang tersebut terdiri menghadapi dua lantai dengan arsitektur khas Osing, Banyuwangi. Pasar akan dibagi berubah jadi areal bursa basah, lingkungan ekonomi kering, lalu area kuliner lalu juga dilengkapi dengan kompleks parkir.
Pemugaran pangsa dilaksanakan dengan teliti, mengingat Pasar Induk Banyuwangi ini adalah bangunan yang mana merupakan cagar budaya.
Pasar Induk Banyuwangi direvitalisasi berubah menjadi pusat perbelanjaan kemudian destinasi heritage yang terintegrasi dengan Asrama Inggrisan atau bekas kantor dagang Inggris.
"Ini usulan beliau (Bupati Banyuwangi) agar supaya Pasar Banyuwangi lalu Asrama Inggrisan diperhatikan. Mengenai desainnya kami juga telah konsultasi dengan beliau," kata Basuki Hadimuljono.

Revitalisasi Pasar Banyuwangi ini sepenuhnya dibiayai Kementerian PUPR dengan anggaran kurang lebih besar Rp200 miliar.
Berdasarkan konsep rencana pembangunan, Pasar Induk Banyuwangi dibangun dengan gaya modern, bagian depan lingkungan ekonomi yang tersebut merupakan laman heritage akan dipertahankan, sedangkan bangunan utama di pada pangsa akan segera dibangun ulang.
Sebanyak 352 tukang jualan Pasar Induk Banyuwangi telah direlokasi, kemudian penjual itu ditempatkan sesuai dengan zonasi, seperti area pangan basah, pangan kering siap saji, lalu non-pangan.
Pedagang menempati lokasi gedung wanita selama serangkaian revitalisasi berlangsung, lalu diperkirakan pekerjaannya memakan waktu selama satu tahun.
Dalam peninjauan itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga didampingi Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno kemudian Menteri PAN-RB Abdullah Azwar dan juga Kepala Daerah Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Artikel ini disadur dari Menteri PUPR tinjau revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi





