Di Hadapan Peneliti PBB, Stafsus Billy Paparkan Visi Prabowo dalam Area Maritim

JAKARTA – Staf Khusus Presiden Area Inovasi, Pendidikan, serta Daerah Terluar Billy Mambrasar menyampaikan pandangan terkait visi besar presiden terpilih Prabowo Subianto untuk Indonesia pada mata dunia.
Dalam pidato berbahasa Inggrisnya selama lebih lanjut 30 menit pada acara workshop “Leaders for a Free and Open Indo-Pacific: Sea and Human Security” yang digunakan diselenggarakan oleh United Nations Institute for Training and Research (UNITAR) ini Billy, menekankan pentingnya keamanan maritim serta manusia.
Billy yang dimaksud merupakan anak Papua pertama yang tersebut menempuh sekolah pada Harvard ini menyebut, hal itu sebagai dua elemen kunci pada menjaga stabilitas dan juga kemakmuran kawasan Indo-Pasifik. Billy juga menyambut 80 kontestan dari 12 negara, termasuk perwakilan dari seluruh negara anggota ASEAN.
Billy menyoroti beragam perspektif yang tersebut dibawa oleh kontestan sebagai kekayaan pada menghadapi tantangan geopolitik, ekonomi, juga lingkungan di dalam kawasan ini.
Billy, yang dimaksud juga merupakan Duta SDGs Indonesia dan juga salah satu alumni Australia Paling berpengaruh versi otoritas Australia di dalam 2023, memberikan apresiasi untuk UNITAR berhadapan dengan kontribusinya pada memulai pembangunan kapasitas global.
“UNITAR telah terjadi menjadi pilar pada upaya global mendirikan kapasitas, melatih para pemimpin, juga memberdayakan individu. Pada tahun 2023 saja, UNITAR sudah melatih lebih besar dari 400.000 pembelajar secara global,” ucap Billy pada keterangannya, Kamis (12/9/2024).
Billy yang tersebut pernah menjabat sebagai Juru Bicara TKN Prabowo-Gibran ketika kampanye pilpres juga memaparkan komitmen Prabowo terhadap keamanan maritim dan juga perkembangan dunia usaha inklusif dalam Indonesia.
“Visi Presiden Prabowo sangat selaras dengan prinsip-prinsip yang dimaksud kita diskusikan hari ini. Prabowo menekankan kedaulatan maritim juga pertumbuhan dunia usaha yang digunakan berkelanjutan. Pemerintahannya akan memprioritaskan keamanan maritim tidak ada cuma di hal kekuatan militer, tetapi juga melalui pengembangan bidang maritim, pengembangan teknologi, kemudian pemberdayaan rakyat pesisir,” jelasnya.
Menekankan relevansi visi yang dimaksud dalam panggung global, pria yang mana terlibat di memperkuat sekolah anak-anak Papua melalui Kitong Bisa Foundation, menyatakan Indonesia di area bawah kepemimpinan Prabowo akan memainkan peran penting di menjaga stabilitas kemudian keamanan di tempat kawasan Indo-Pasifik.
“Dengan kerja keras, visi, dan juga partisipasi aktif, Indonesia dalam bawah kepemimpinan Prabowo akan berada pada pusat keterlibatan global—menggerakkan solusi yang dimaksud membentuk masa depan yang tersebut lebih tinggi baik,” tambahnya.
Acara ini bertujuan menguatkan kerja serupa regional pada menghadapi tantangan maritim kemudian keamanan manusia, juga memberikan kesempatan para peneliti serta pemimpin muda untuk berkontribusi di merumuskan strategi menuju kawasan Indo-Pasifik yang dimaksud bebas juga terbuka.





