Cadangan Emas Rusia Hampir Rp2.883 T, Dekati Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

MOSKOW – Kepemilikan emas Rusia telah mencapai level tertinggi terbaru pada bilangan USD188,8 miliar atau setara Rp2.883 triliun (Kurs Rp15.270 per USD) serta porsi emas batangan di cadangan internasional negara itu pada waktu ini melebihi 30% untuk pertama kalinya di hampir seperempat abad. Informasi terbaru ini disampaikan oleh bank sentral.
Bank of Russia melaporkan bahwa nilai emas moneter pada cadangan internasional mengalami peningkatan lebih banyak dari USD9 miliar, atau 5,1% sejak awal Agustus. Harga emas naik 3,6% pada bulan Agustus lalu mengakhiri bulan pada kedudukan USD2.513/oz, yang tersebut berarti bahwa sebagian besar peningkatan nilai kepemilikan Rusia disebabkan oleh efek revaluasi.
Sebagai informasi Revaluasi adalah suatu kebijakan sektor ekonomi yang digunakan dikeluarkan oleh pemerintah dengan cara meningkatkan nilai mata uang di negeri terhadap mata uang asing atau luar negeri. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk melakukan intervensi agar nilai mata uang di negeri masih stabil.
Angka ini masih merupakan pangsa emas moneter tertinggi di aset internasional Rusia sejak Januari 2000, ketika mencapai 31,2%. Taraf tertinggi pada sejarah modern negara itu sempat tercatat pada Januari 1993, sebesar 56,9%.
Menurut bank sentral, cadangan internasional Rusia terus berkembang mencapai USD613,7 miliar pada 1 September 2024. Terlaksana kenaikan lebih lanjut dari USD11 miliar dari bulan sebelumnya.
Cadangan internasional Rusia secara resmi didefinisikan sebagai aset asing yang sangat likuid juga dipegang oleh Bank of Russia dan juga pemerintah negara tersebut, yang digunakan terdiri dari mata uang asing, hak evakuasi khusus dengan IMF, dan juga emas moneter.
Sebagai informasi hampir setengah dari cadangan internasional Rusia dibekukan oleh Barat pada awal 2022 sebagai bagian dari sanksi terkait Ukraina. Meski begitu Bank of Russia belum memberikan rincian terkait mengenai apa sekadar yang tersebut dilumpuhkan sanksi.
Bagian cadangan Rusia yang tersebut tidak ada dibekukan terdiri dari emas lalu mata uang asing yang mana disimpan dalam pada negeri, juga kepemilikan yuan China.
Gubernur Bank of Russia, Elvira Nabiullina mengatakan, stabilitas keuangan negara itu tak akan terpengaruh apabila Barat menyita aset yang tersebut dibekukan. Regulator telah lama mendiversifikasi cadangan valasnya selama beberapa tahun, lalu ketika ini memakai cadangan yang dimaksud tak terpengaruh oleh sanksi, menurut Nabiullina.
Moskow berulang kali melayangkan kecaman terhadap pembekuan aset bank sentral, yang digunakan dinilai Kremlin sebagai tindakan ilegal, dengan mengungkapkan hal itu telah terjadi “mengikis kredibilitas” negara-negara Barat. Rusia berulang kali telah mengingatkan pembalasan jikalau dana merek disita.




