Bos SKK Migas Yakin Industri Hulu Migas tak Redup Meski Ada Tenaga Terbarukan
Jakarta – Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak juga Gas (SKK Migas) Dwi Soetjipto meyakini bidang hulu migas belum menghadapi sunset alias belum redup. Meskipun, pada waktu ini ada energi baru serta energi terbarukan sehingga partisipasi migas ke bauran energi nasional diperkirakan berkurang.
Dwi optimistis permintaan akan migas masih meningkat secara volume. “Migas masih sangat dibutuhkan, tak cuma untuk energi tapi untuk materi baku sektor petrokomia,” kata Dwi di pada pidatonya di acara 22 Tahun Mengelola Hulu Migas yang tersebut disiarkan melalui kanal YouTube SKK Migas, Selasa, 16 Juli 2024.
Selain itu, menurut dia, produksi gas masih akan dominan di dalam masa depan. “Ini mengingat gas merupakan sumber energi transisi yang tersebut penting menuju era energi baru dan juga terbarukan,” tutur Dwi Soetjipto. Karena itu, ia masih percaya diri akan kelanjutan sektor hulu migas.
Dalam kesempatan ini, Dwi juga membeberkan partisipasi sektor sektor hulu migas bagi negara selama dua puluh tahun terakhir. Ia berujar, hulu migas telah lama menyumbang Simbol Rupiah 5.045 triliun untuk negara di rentang dua dekade.
Adapun pada 2023, pihaknya mencatatkan data partisipasi sektor hulu migas bagi penerimaan negara senilai Mata Uang Rupiah 219 triliun. Kemudian, sepanjang semester I atau Januari-Juni 2024, jumlah keseluruhan yang mana dicatat sudah mencapai Rupiah 114 triliun. “Industri hulu migas terus menunjukkan peran strategis dengan kontribusi signifikan.”
Tak cuma itu, Dwi mengumumkan sektor lapangan usaha hulu migas turut berkontribusi bagi terciptanya lapangan kerja untuk 150 ribu pekerja. Bagi sektor sektor juga mencipatakan efek multiplier melalui penerapan tingkat komponen di negeri (TKDN), yakni Mata Uang Rupiah 76,5 triliun pada 2023 serta Rupiah 34,5 triliun pada semester I tahun ini. “Studi terbaru (studi dari Universitas Indonesia) menunjukkan bahwa setiap US$ 1 dari investasi ke lapangan usaha hulu migas menghasilkan kembali nilai tambah hingga 5,4 kali,” kata dia.
Pilihan editor: Dua Dekade Berkontribusi Simbol Rupiah 5.000 Billion untuk Negara, SKK Migas Sebut Hulu Migas Jadi Penyumbang Terbesar Setelah Pajak
Artikel ini disadur dari Bos SKK Migas Yakin Sektor Hulu Migas tak Redup Meski Ada Energi Terbarukan




