Fetish jadi motif dalam balik tindakan hukum pelecehan pasien, apa itu fetish?

Ibukota Indonesia – Kasus pelecehan seksual yang tersebut muncul ke salah satu rumah sakit ternama di Bandung belakangan ini jadi sorotan publik.
Seorang dokter muda bernama Priguna Anugerah Pratama diduga melakukan tindakan tak senonoh untuk pasien yang tersebut berada dalam tak sadarkan diri.
Fakta ini tak belaka mengejutkan, tetapi juga mengungkap sisi gelap dari fenomena fetish yaitu sebuah ketertarikan seksual terhadap situasi, benda, atau situasi tertentu, yang digunakan di perkara ini melibatkan orang yang terdampar yang digunakan tak berdaya. Perilaku menyimpang ini mencoreng planet medis sekaligus menyebabkan kegelisahan perihal keamanan pasien pada ruang perawatan.
Apa itu fetish?
Secara sederhana, fetish adalah ketertarikan seksual terhadap benda meninggal atau bagian tubuh tertentu yang dimaksud sebenarnya bukanlah area seksual. Misalnya, seseorang sanggup merasa terangsang semata-mata akibat mengamati kaki, rambut, atau benda seperti sepatu serta pakaian dalam.
Di masyarakat, istilah fetish sebenarnya cukup kerap terdengar. Salah satu fetish yang digunakan paling umum adalah fetish kaki. Namun, banyak pemukim masih belum mengenali kapan fetish ini dapat dianggap wajar juga kapan mampu berubah jadi permasalahan serius.
Mengapa seseorang sanggup memiliki fetish?
Fetish mampu muncul dari beraneka hal, tapi sampai sekarang para ahli belum benar-benar setuju mengenai penggerak pastinya. Meski begitu, ada beberapa hal yang diduga bisa jadi jadi pemicunya:
1. Pengalaman dalam masa kecil.
Beberapa warga mulai merasakan ketertarikan tertentu sejak kecil, bahkan sebelum tahu masalah seks. Misalnya, merasa aman atau senang pada waktu mengamati benda atau situasi tertentu.
2. Pengalaman buruk atau pelecehan.
Ada juga persoalan hukum di mana fetish muncul dikarenakan pernah mengalami kejadian tidaklah menyenangkan, seperti mengawasi hal yang tersebut bukan pantas atau menjadi individu yang terjebak pelecehan ketika kecil. Hal ini bisa jadi membekas serta mempengaruhi seseorang ketika dewasa.
3. Kebiasaan atau hubungan tertentu.
Kadang tanpa disadari, seseorang mampu mengaitkan rasa senyaman atau senang dengan benda atau situasi tertentu. Misalnya, merasa tenang ketika menyentuh kain tertentu atau meninjau warna tertentu, yang lama-lama bisa jadi berubah jadi ketertarikan khusus.
Tapi, tak semua fetish datang dari hal buruk. Ada juga yang muncul begitu saja, tanpa sebab yang dimaksud jelas. Ini adalah dapat jadi bagian dari perbedaan normal pada cara pendatang merasakan ketertarikan.
Kapan fetish berubah menjadi masalah?
Sebenarnya, fetish bukan selalu berbahaya. Selama ketertarikan ini tidaklah merugikan diri sendiri maupun pendatang lain, dan juga diwujudkan dengan persetujuan, fetish masih bisa jadi dianggap sebagai variasi seksual yang digunakan wajar. Namun, fetish sanggup berubah menjadi hambatan ketika:
- Mengganggu keberadaan sehari-hari. Misalnya, seseorang jadi sulit menjalani hubungan normal oleh sebab itu belaka dapat merasa terangsang oleh objek fetish-nya saja.
- Menimbulkan tekanan batin. Saat fetish menciptakan seseorang merasa cemas, bersalah, atau tertekan dikarenakan tiada bisa saja mengendalikan dorongan tersebut.
- Melibatkan khalayak lain tanpa persetujuan. Apalagi apabila fetish dilaksanakan terhadap penduduk yang tersebut tidak ada berdaya atau di kondisi tak sadar, seperti pada perkara pelecehan. Hal ini jelas tidak semata-mata permasalahan pribadi, tapi sudah ada masuk ranah hukum juga kekerasan seksual.
Perlu diingat, tiada semua fetish itu berbahaya. Selama fetish tidak ada menyebabkan penderitaan bagi diri sendiri atau pendatang lain, dan juga tiada melanggar hukum atau norma sosial, hal ini masih sanggup dianggap sebagai variasi seksual yang digunakan wajar.
Namun, bila fetish yang disebutkan melibatkan penduduk lain tanpa persetujuan, apalagi pada status tak sadar seperti perkara Priguna, tentu hal ini masuk pada kategori pelecehan juga tindakan kriminal.
Artikel ini disadur dari Fetish jadi motif di balik kasus pelecehan pasien, apa itu fetish?






