Apa itu Art Therapy? ini penjelasan juga manfaatnya

DKI Jakarta – Di sedang padatnya aktivitas serta tekanan hidup modern, banyak warga mulai mencari cara untuk kekal melindungi keseimbangan emosional. Salah satu metode yang tersebut belakangan ini semakin populer adalah art therapy.
Terapi ini menawarkan cara berbeda untuk meredakan stres serta menenangkan pikiran lewat seni.
Menariknya, art therapy bukanlah semata-mata untuk dia yang dimaksud mempunyai bakat seni, tapi sanggup dinikmati siapa sekadar yang digunakan ingin mengekspresikan diri serta merasa lebih besar lega.
Lalu apa itu art therapy, dan juga bagaimana cara kerjanya di membantu keseimbangan mental kita? simak penjelasannya.
Art Therapy
Art therapy atau pengobatan seni adalah sebuah teknik penyembuhan yang dimaksud menggunakan seni untuk mengatasi gangguan jiwa psikologis lalu meningkatkan keseimbangan mental.
Terapi ini berakar pada ide bahwa ekspresi kreatif dapat membantu proses penyembuhan dan juga kesejahteraan mental.
Seni telah terjadi lama digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi, mengekspresikan diri, juga menyembuhkan diri.
Namun, art therapy baru mulai dikenal sebagai acara formal pada tahun 1940-an. Para dokter menyadari bahwa individu yang dimaksud mengalami masalah mental banyak kali mengekspresikan diri mereka melalui gambar atau karya seni lainnya, yang dimaksud menggerakkan sejumlah penduduk untuk mengeksplorasi seni sebagai strategi penyembuhan.
Sejak ketika itu, seni berubah menjadi bagian penting pada planet pengobatan juga digunakan di berubah-ubah teknik penilaian juga pengobatan.
Kondisi dapat dibantu dengan Art Therapy
Art therapy dapat digunakan untuk mengatasi beraneka kelainan mental dan juga hambatan psikologis. Seringkali, art therapy dipadukan dengan teknik pengobatan lain seperti pengobatan kelompok atau perawatan perilaku kognitif (CBT). Beberapa keadaan yang mana dapat ditangani dengan art therapy meliputi:
- Masalah yang tersebut terkait dengan penuaan
- Kecemasan
- Kanker
- Depresi
- Gangguan makan
- Masalah emosional
- Masalah keluarga atau hubungan
- Gangguan medis
- Gejala psikologis yang mana terkait dengan hambatan medis lainnya
- Gangguan stres pasca trauma (PTSD)
- Masalah psikososial
- Stres
- Gangguan pemanfaatan zat narkotika
Menurut sebuah studi yang mana diterbitkan pada Journal of the American Art Therapy Association pada 2016, semata-mata dengan melakukan kegiatan kreatif selama kurang dari satu jam dapat menurunkan stres lalu memberikan efek positif pada kesejahteraan mental, tanpa memandang pengalaman atau bakat seni seseorang.
Seorang terapis seni dapat menggunakan beraneka metode seni, seperti menggambar, melukis, menghasilkan patung, atau kolase dengan klien dari bermacam usia, mulai dari anak-anak hingga pendatang dewasa.
Seseorang yang tersebut pernah mengalami trauma emosional, kekerasan fisik, penyalahgunaan pada rumah tangga, kecemasan, depresi, dan juga hambatan psikologis lainnya dapat memperoleh faedah dari mengekspresikan diri mereka secara kreatif.
Efektivitas Art Therapy
Meskipun penelitian menunjukkan bahwa art therapy dapat memberikan manfaat, beberapa temuan mengenai efektivitasnya masih beragam.
Studi-studi yang dimaksud ada rutin kali kecil lalu bukan menunjukkan hasil yang digunakan pasti, sehingga penelitian lebih lanjut lanjut diperlukan untuk mengenali kapan dan juga bagaimana metode ini dapat memberikan kegunaan maksimal.
Beberapa studi menunjukkan bahwa art therapy dapat membantu menurunkan gejala trauma dan juga mengempiskan tingkat depresi, teristimewa pada dewasa yang digunakan mengalami trauma.
Sebuah tinjauan mengenai efektivitas art therapy juga menemukan bahwa penyembuhan ini membantu pasien yang digunakan menjalani perawatan tumor ganas untuk meningkatkan kualitas hidup merek dan juga mengempiskan bermacam gejala psikologis.
Sebuah penelitian lain menemukan bahwa art therapy mengempiskan depresi lalu meningkatkan tarif diri pada warga dewasa yang dimaksud tinggal ke panti jompo.
Namun, art therapy belum tentu cocok untuk semua orang. Meskipun tingkat kreativitas atau kemampuan seni yang membesar tiada diperlukan untuk kesuksesan pengurusan ini, sejumlah khalayak dewasa yang dimaksud merasa dia tak kreatif atau artistik mungkin saja merasa ragu atau skeptis terhadap langkah-langkah ini.
Selain itu, art therapy juga belum terbukti efektif untuk semua jenis status kesehatan mental. Misalnya, sebuah meta-analisis menunjukkan bahwa art therapy tidak ada efektif pada menghurangi gejala positif atau negatif dari skizofrenia.
Dengan demikian, art therapy menawarkan pendekatan yang digunakan mengejutkan pada bola pengobatan psikologis, namun penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi lalu keperluan individu.
Artikel ini disadur dari Apa itu Art Therapy? ini penjelasan dan manfaatnya






