Dikira Kalah KO dari Mike Tyson, Jake Paul: Saya Pencipta Sejarah!

Jake Paul akhirnya menimbulkan pengakuan mengapa ia begitu berani menantang Mike Tyson bertarung. Menurutnya, ia ingin menyebabkan sejarah sekaligus membungkam para pengkritik yang dimaksud selama ini menghujatnya.
Pertarungan beda generasi, Tyson vs Paul sebelumnya dijadwalkan pada Juli lalu. Namun tukak lamung dari legenda tinju kambuh, sehingga menghasilkan penggemar menunda untuk menyaksikan duel tersebut.
Tapi tak berselang lama Tyson kembali ke sasana, juga sudah mengunggah rekaman latihan di upaya untuk membuktikan kebugarannya terhadap dunia. Netflix pun sudah pernah memperoleh hak untuk pertarungan yang tersebut dijadwalkan ulang pada 15 November 2024 pada AT&T Stadium.
Pertarungan Tyson vs Paul semakin dekat. Petinju Youtuber itu menjelaskan bahwa ia siap untuk menghasilkan sejarah.
“Membuat sejarah. Inilah yang digunakan terpenting bagi saya, kawan. Saya anak dari Ohio. Mereka bukan akan pernah menghargai saya. Begitulah adanya. Jika saya berjalan pada berhadapan dengan air, mereka akan mengungkapkan itu lantaran saya bukan mampu berenang. Dan ini untuk menyebabkan sejarah,” tutur Paul diambil dari talkSPORT, Hari Sabtu (14/8/2024).
“Orang-orang mengira saya akan kalah KO oleh pria yang dimaksud kuat dan juga berwibawa ini. Hal ini telah terjadi mengambil kesempatan untuk melawan seseorang yang seganas Mike. Anda harus mengambil risiko demi biskuit itu. Itulah nama permainannya. Saya dalam di lokasi ini untuk sebuah tantangan. Saya di area di tempat ini untuk melawan salah satu pria paling berbahaya di dalam dunia tinju.”
“Tidak orang pun yang digunakan pernah melakukan sesuatu yang dimaksud hebat dapat sampai di area sana dengan mudah atau melalui jalan yang mudah dan juga bukan bergelombang. Saya dalam di tempat ini untuk menantang diri saya sendiri. Dia ganas. Dia pribadi pembunuh. Saya tahu semua hal ini. Dia miliki kekuatan KO dengan satu pukulan. Dia adalah petinju kelas berat terhebat sepanjang masa. Namun, saya akan membuktikan bahwa semua pembenci itu salah,” imbuh Paul.






