Pembayaran Klaim Asuransi Aspek Kesehatan Bertambah Tembus Rp5,96 Billion

JAKARTA – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyatakan tren kenaikan asuransi kemampuan fisik terus meningkat hingga 2024. Pada periode Januari hingga Maret 2024 sektor asuransi jiwa dalam Indonesia telah terjadi membayarkan klaim asuransi kondisi tubuh sebesar Rp5,96 triliun. Angka ini naik cukup tinggi yakni sebesar 29,6% dibandingkan periode yang serupa dalam tahun 2023.
Berdasarkan laporan AAJI, perkembangan klaim kondisi tubuh selalu berada pada kisaran antara 25% sampai dengan 30% sejak pertengahan tahun 2022. Angka yang dimaksud telah lama melampaui tingkat medical inflation (inflasi medis) yang terjadi pada Indonesia, yang besarnya 13% pada 2023. Secara nominal, klaim asuransi kondisi tubuh kumpulan mengalami kenaikan 21,9% menjadi Simbol Rupiah 2,07 triliun secara quarter to quarter (qtq) kemudian naik 32% dibandingkan kuartal I-2022.
Kemudian AAJI juga mengamati, pengajuan klaim asuransi meningkat sangat signifikan pada tiga tahun terakhir usai pandemi Covid-19. Sebagai perbandingan, pada kuartal pertama 2022 bilangan pengajuan klaim itu berada pada kisaran Rupiah 3,32 triliun, lalu meningkat menjadi Rupiah 4,6 triliun pada kuartal I-2023, kemudian kemudian melonjak hingga Simbol Rupiah 5,96 triliun pada kuartal I-2024.
Termasuk pada tren ini adalah kenaikan klaim asuransi kemampuan fisik perorangan yang tersebut mencapai Simbol Rupiah 3,89 triliun (naik 34%, qtq) selama periode Januari-Maret 2024. Dibandingkan kuartal pertama-2022, bilangan bulat yang dimaksud juga mencerminkan adanya peningkatan yang mana sangat signifikan dengan prosentase mencapai 42,7%.
Tren ini mendapatkan perhatian penting dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Deputi Komisioner Pengawas Perasuransian, Penjaminan juga Dana Pensiun OJK Iwan Pasila pada sambutannya pada kegiatan IUS 2024 mennyampaikan, sebuah perusahaan asuransi harus dapat melakukan profiling serta mapping risiko sesuai dengan segmentasi bursa dan juga tantangannya dimana proses underwriting juga claim menjadi kunci keberhasilannya.
“Underwriter kemudian klaim merupakan 2 dari 3 profesi terpenting di area asuransi jiwa selain aktuaris, sesuai dengan roadmap asuransi jiwa yang tersebut disusun oleh OJK mengenai penguatan serta pengembangan profesi. Sehingga fungsi dari underwriting untuk profiling dari calon tetanggung bisa saja secara presisi,” kata Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon pada Indonesia Underwriting Summit ke-5, diambil hari terakhir pekan (16/8/2024).
Sementara, Ketua Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) Paul Setio Kartono menambahkan, kolaborasi antara underwriter, klaim juga aktuaris sangat diperlukan untuk kemajuan perusahaan juga juga sektor asuransi, agar tiada ada saling tunjuk mencari kesalahan namun saling mencari solusi.
Direktur Utama BPJS Aspek Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyatakan, BPJS berjanji untuk memberikan proteksi juga pelayanan kebugaran secara komprehensif untuk seluruh rakyat Indonesia. Dan dengan adanya kolaborasi klaim serta layanan pendukung lainnya akan dapat meningkatan kualitas layanan dan juga menyebabkan BPJS sebagai asuransi kebugaran sosial tiada menerus defisit, namun mampu menunjukkan nomor surplus.
Jantung Industri






