Pertarungan Warisan Canelo: David Benavidez sampai Terence Crawford

Pertarungan tinju warisan untuk Saul Canelo Alvarez dari David Benavidez sampai Terence Crawford jikalau beliau tertarik sebelum pensiun dari ring tinju dunia. Tentu saja, setiap petinju menua dengan cara yang tersebut berbeda. Dan rata-rata petinju ketika ini menua lebih besar baik daripada rata-rata petinju generasi sebelumnya.
Namun patut dicatat bahwa Saul Canelo Alvarez, yang berusia 34 tahun pada musim panas ini, telah dilakukan mencapai jumlah total lilin pada menghadapi kue yang menjadi titik balik bagi superstar Meksiko terbesar juga superstar Meksiko-Amerika terbesar di tempat era yang mana mendahuluinya.
Sulit untuk menyatakan dengan pasti seberapa dekat dengan akhir masa kejayaannya atau akhir dari karier Canelo. Namun di area antara ”usia 34 tahun”, fakta bahwa ia sudah menjadi profesional di area usia 15 tahun kemudian telah terjadi bertarung pada 496 ronde pada 65 pertarungan profesional, kemudian kenyataan bahwa ia belum pernah mencetak kemenangan KO pada hampir tiga tahun terakhir (sebuah indikasi yang tersebut cukup baik bahwa fisiknya mulai menurun), para penggemar tinju harus mulai bersiap-siap.
Ini sangat mirip dengan, “Nikmatilah selagi bisa, lantaran ini bisa saja berakhir kapan saja.” Dan pada arti tertentu, mungkin saja itu telah berakhir. Lihatlah, setiap kali orang petarung memanjat tali ring, ia mengambil risiko.
Mari kita buat garis dasar juga bukan meremehkan Canelo. Namun semua indikasi terakhir adalah bahwa Saul Canelo Alvarez sudah mencapai pola pikir di area mana risiko moderat tambahan disukai daripada risiko besar. Dia memilih untuk bertahan, sejauh manusia pria yang dimaksud memperdagangkan pukulan untuk mencari nafkah dapat bertahan. Dan ia kemungkinan besar akan berjanji pada pilihannya itu untuk waktu yang dimaksud lama.
Sejak kalah dari Dmitry Bivol pada Mei 2022, pertarungan dengan risiko maksimum di area kelas yang digunakan lebih lanjut tinggi melawan petinju tak terkalahkan dengan gaya yang dimaksud menantang – pertarungan yang mana identik dengan sebagian besar perburuan kehebatan lain yang sudah pernah dilaksanakan Canelo pada kariernya hingga ketika itu – beliau sudah menurunkannya. Pertarungan ketiga melawan Gennady Golokvin yang tersebut berusia 40 tahun, sebagian besar merupakan pertarungan uang.
Pada pada waktu itu, terdapat permintaan agar Alvarez menghadapi David Benavidez. Dia malah menghadapi John Ryder, yang digunakan tak pernah berdoa. Kemudian datanglah Jermell Charlo, seseorang petarung yang dimaksud luar biasa (meskipun sangat lebih banyak kecil) yang tersebut tampaknya merupakan ancaman yang mana mungkin saja terjadi, jadi Canelo mendapat nilai bagus di buku saya. Pada titik ini, nama Benavidez diteriakkan, tidak dibisikkan.
Canelo memilih Jaime Munguia, yang digunakan dibuat sesuai pesanan juga cukup laku di area pasaran. Dalam dua hari, beliau akan menghadapi Edgar Berlanga, yang mana sudah pernah memasuki pertarungan tiga arah dengan Avni Yildirim lalu Rocky Fielding untuk bertarung memperebutkan peringkat sebagai lawan yang paling tidaklah layak bagi Canelo Alvarez sejak ia mencapai tingkat kejuaraan.
Pemegang empat penghargaan juara dunia, dua gelar kejuaraan juara divisi juga juara dunia dua divisi serta masuk ke pada Hall of Fame dengan ucapan terbanyak pertama ini mungkin saja sangat puas dengan warisannya. Pengambilan keputusannya pada beberapa tahun terakhir menunjukkan hal tersebut. Dan jikalau memang sebenarnya demikian, hal itu dapat dimengerti. Saya adalah orang yang dimaksud mengungkapkan bahwa Canelo bukan berhutang apapun untuk kita, kemudian saya masih berpegang teguh pada hal itu.
Namun jikalau ia masih tertarik untuk menantang dirinya sendiri pasca-Berlanga, masih tertarik untuk berjuang mencapai hal-hal besar, masih tertarik untuk meningkatkan warisannya, Canelo Alvarez masih miliki beberapa pilihan. Berikut pertarungan warisan untuk Saul Canelo Alvarez jikalau ia masih ingin bertarung.






