Jin Mengamuk Habisi Petinju Australia dalam Ring

Jin Sasaki mengamuk menghabisi petinju Australia di dalam melawan ring pada ronde ketujuh. Jin Sasaki selama Negeri Matahari Terbit menghentikan perlawanan Qamil Balla.
Jin Sasaki yang tersebut impresif, kuat serta agresif mendaratkan hampir semua serangan yang mana dapat dibayangkan di perjalanannya menuju penyelesaian ronde ketujuh melawan petinju kelas welter selama Australia, Qamil Balla.
Sasaki, yang dimaksud pada masa kini mempunyai rekor 18-1-1 (17 KO), menegaskan niatnya sejak awal, dan juga tidak ada pernah melambat. Balla, 15-2-1 (8 KO), dari Victoria, Australia, sebelumnya semata-mata pernah kalah dari George Kambosos serta meraih seluruh bayarannya dalam Tokyo.
“Saya menginginkan perebutan gelar,” kata Jin Sasaki pasca pertandingan.
Sasaki menjadi ancaman sejak bel pertandingan berbunyi – tampil dengan pergerakan yang kuat, mengesankan, cepat dan juga bertenaga, dan juga menghujani Balla dengan sebuah hook kiri yang digunakan jelas meraih kemenangan respek petinju Australia itu sejak awal.
Balla, yang digunakan baru semata menjalani laga ketiganya di empat tahun terakhir, beralih ke kuda-kuda southpaw serta dengan penuh semangat mencoba membalas, namun ia menerima sebuah serangan ke arah ulu hati dan juga sebuah pukulan kanan pada waktu Sasaki mengincarnya di tempat pojok ring.
Di awal ronde, kedua kepala mereka beradu, dan juga sebuah benjolan muncul di tempat mata kiri Balla ketika darah mengalir ke tubuhnya dan juga laga pun terhentikan sejenak untuk pemeriksaan dokter. Diizinkan untuk melanjutkan, keduanya mencoba mendaratkan pukulan kanan keras, kemudian Sasaki sukses dengan sebuah tinju kiri ke arah tubuh yang dimaksud disertai oleh sebuah tinju ke arah kepala.
Sebuah serangan ke arah tubuh lainnya mendapatkan “ooh” kemudian “aah” dari para penonton; hidung Balla juga mengeluarkan darah dan juga wajahnya dipenuhi noda merah ketika ia duduk dalam bangku penonton setelahnya ronde kedua. Sasaki menginjakkan kakinya serta menyerang dengan kedua tangannya untuk membuka ronde ketiga, dimana Balla harus berjuang keras untuk menjauhkan petarung Jepun itu dari dirinya, juga melontarkan sebuah pukulan lob dari tangan kanannya.
Sasaki nampak sangat mengancam pada waktu berdiri di area depan Balla kemudian mendaratkan pukulan kiri kapanpun ia mau – dan juga menyerang dengan keras sebelum bel berbunyi. Tidak ada kata menyerah pada diri Balla, yang digunakan maju menyerang pada ronde keempat kemudian mendaratkan beberapa serangan ke arah tubuh, namun Balla didesak oleh pojok ringnya untuk menjauh dari tali ring.
Balla yang digunakan kidal mendapatkan momen terbaiknya pada ronde kelima, dimana ia meningkatkan serangannya dengan melontarkan uppercut kemudian mengambil kekuatan dari serangannya, juga mendaratkan lebih besar sejumlah lagi. Sasaki melambat kemudian nampak lebih tinggi satu arah. Apakah ia akan mengakhiri ronde ini? Atau apakah Balla mampu mengatasi badai itu? Menjelang akhir ronde, Balla menjatuhkan Sasaki dengan sebuah pukulan kanan ke arah tubuh kemudian sebuah pukulan ke arah kepala, juga seketika itu juga laga ini terlihat akan berakhir.
Namun, pada ronde keenam, Sasaki melontarkan sebuah tinju kanan ke bagian sedang tubuh Balla, juga petinju Australia itu terlihat meringis kemudian bergerak untuk menutupi rasa sakitnya. Balla, dengan keberanian luar biasa, masih melawan sampai 20 atau 30 detik kemudian. Tetap saja, Sasaki mendaratkan sebuah pukulan keras – sebuah hook kiri – ke arah tubuh pada akhir ronde lalu Balla nampak kelelahan, terluka dan juga terluka pada waktu ia berjalan dengan susah payah ke pojokannya.
Balla pun menerima instruksi untuk memukul kemudian bertahan pada ronde ketujuh, namun sekitar 30 detik setelahnya, Sasaki menyerbu dengan rangkaian pukulan, baik ke arah menghadapi maupun bawah. Sasaki menyerang dengan hook kiri dan, pada waktu Balla mundur, kedua kakinya secara bersamaan menyarangkan pukulan.






